Senin, 21 September 2015

CHAMPS 2



 Etika Baik Merupakan Budaya Bangsa Indonesia


Kali ini saya akan menuliskan kembali tentang tugas CHAMPS yang kedua. Sabtu kemarin meupakan kegiatan CHAMPS yang kedua. CHAMPS yang kedua ini memberikan kita informasi tentang peran sebagai mahasiswa dan good atitude atau yang kita kenal sebagai beretika baik (berprilaku baik).
Peran mahasiswa, apa kalian mengerti tentang hal itu? Peran mahasiwa adalah sebagai IRON STOCK yang artinya kita itu sebagai regenerasi muda yang akan menggantikan kaum tua untuk melanjutkan tujuan bangsa Indonesia. Yang kedua adalah sebagai Guardian Force yang artinya mahasiswa dapat menjaga nilai-nilai positif dalam masyarakat atau dapat menjaga norma-norma yang berlaku ada masyarakat. Yang ketiga adalah Social Control yang artinya mahasiswa akan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, mahasiswa yang akan menyampaikan pesan rakyat kepada pemerintah melalui demonstrasi, penulisan karya ilmiyah, bahkan mengadakan bakti sosial. Yang keempat adalah Moral Force yang artinya mahasiswa sebagai acuan dasar dalam berprilaku, bebicara, berpakaian, bersikap dan lain-lain.
Moral Force ini juga menyangkut Good Atitude atau etika baik. Sebagai masyarakat Indonesia terutama kami sebagai mahasiswa kita seharusnya memiliki etika baik. Dalam berbicara kita juga harus memiliki aturan. Misalnya, kita berbicara kepada yang lebih muda kita harus menyesuaikan kata-kata kita agar mudah di pahami. Kepada yang lebih tua kita seharusnya memakai bahasa yang halus dan menggunakan bahasa krama inggil bagi masyarakat jawa. Berbicara dengan tukang becak dan berbicara dengan dosen harus kita bedakan. Kepada tukang becak hendaknya kita tidak memakai bahsa yang tinggi agar mereka mengerti apa yang kita bicarakan. Kepada dosen seharusnya kita mengunakan bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan kata-kata yang baik pula.
Berprilakupun kita harus memiliki etika, yakni ketika kita bertemu orang yang kita kenal hendaknya kita menyapa, senyum dan saling ramah. Berpakaian juga sangat menggambarkan kepribadian kita. Ketika kita berada di lingkungan kampus kita harus memakai pakaian yang sopan dan tertutup sesuai dengan peraturan yang ada. Ketika kita di pasar hendaknya kita memakai pakaian biasa-biasa saja namun tetap sopan, dan kia harus menyesuaikan keadaan sekitar yakni kita tidak mungkin ke pasar menggunakan pakaian resmi atau pakaian bisnis karena itu tidak sesuai dan bahkan akan menjadi perbincangan masyarakat sekitar.
Bersikap dan berprilaku hampir sama namun dalam bersikap saya mengartikan bahwa sikap adalah sebuah kecenderungan untuk merespon secara suka atau tidak suka kepada  sebuah objek, orang, lembaga atau kejadian. Sikap memiliki ciri :
1.      Mempunyai objek tertentu(orang, prilaku, konsep, situasi, benda, dan sebagainya)
2.      Mengandung penilaian(setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka)(Sarlito Wirawan Sarwono)
Sebuah contoh : ketika suatu perusahaan mengalami kerugian maka mereka akan melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), perusahan akan memutuskan hubungan kerja kepada Bapak X, Bapak X menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada dan beberapa hari kemudian Bapak X mencoba menjadi wirausaha dengan cara berjualan bakso di pasar.
Sikap Bapak X adalah menerima kebijakan perusahaan dan prilaku Bapak X adalah menjadi wirausaha bakso di pasar.
Kesimpulannya kita sebagai masyarakat indonesia terutama sebagai mahasiswa Indonesia kita harus memiliki ETIKA yang baik, dan sewajarnya jika kita melestarikan budaya Indonesia seperti goyong royong, ramah tamah dan lain-lain. Sebagai mahasiswa hendaknya kita dapat memberikan contoh yang nyata kepada masyarakat tetang pentingnya pendidikan dan pentingnya mentaati norma-norma yang berlaku untuk mencapai etika yang baik.


0 komentar:

Posting Komentar