Etika Baik Merupakan Budaya Bangsa Indonesia
Kali
ini saya akan menuliskan kembali tentang tugas CHAMPS yang kedua. Sabtu kemarin
meupakan kegiatan CHAMPS yang kedua. CHAMPS yang kedua ini memberikan kita
informasi tentang peran sebagai mahasiswa dan good atitude atau yang kita kenal
sebagai beretika baik (berprilaku baik).
Peran
mahasiswa, apa kalian mengerti tentang hal itu? Peran mahasiwa adalah sebagai
IRON STOCK yang artinya kita itu sebagai regenerasi muda yang akan menggantikan
kaum tua untuk melanjutkan tujuan bangsa Indonesia. Yang kedua adalah sebagai
Guardian Force yang artinya mahasiswa dapat menjaga nilai-nilai positif dalam
masyarakat atau dapat menjaga norma-norma yang berlaku ada masyarakat. Yang
ketiga adalah Social Control yang artinya mahasiswa akan menjadi jembatan
antara masyarakat dengan pemerintah, mahasiswa yang akan menyampaikan pesan
rakyat kepada pemerintah melalui demonstrasi, penulisan karya ilmiyah, bahkan
mengadakan bakti sosial. Yang keempat adalah Moral Force yang artinya mahasiswa
sebagai acuan dasar dalam berprilaku, bebicara, berpakaian, bersikap dan
lain-lain.
Moral
Force ini juga menyangkut Good Atitude atau etika baik. Sebagai masyarakat
Indonesia terutama kami sebagai mahasiswa kita seharusnya memiliki etika baik.
Dalam berbicara kita juga harus memiliki aturan. Misalnya, kita berbicara
kepada yang lebih muda kita harus menyesuaikan kata-kata kita agar mudah di
pahami. Kepada yang lebih tua kita seharusnya memakai bahasa yang halus dan
menggunakan bahasa krama inggil bagi masyarakat jawa. Berbicara dengan tukang
becak dan berbicara dengan dosen harus kita bedakan. Kepada tukang becak
hendaknya kita tidak memakai bahsa yang tinggi agar mereka mengerti apa yang
kita bicarakan. Kepada dosen seharusnya kita mengunakan bahasa Indonesia yang
baik dan menggunakan kata-kata yang baik pula.
Berprilakupun
kita harus memiliki etika, yakni ketika kita bertemu orang yang kita kenal
hendaknya kita menyapa, senyum dan saling ramah. Berpakaian juga sangat
menggambarkan kepribadian kita. Ketika kita berada di lingkungan kampus kita
harus memakai pakaian yang sopan dan tertutup sesuai dengan peraturan yang ada.
Ketika kita di pasar hendaknya kita memakai pakaian biasa-biasa saja namun
tetap sopan, dan kia harus menyesuaikan keadaan sekitar yakni kita tidak
mungkin ke pasar menggunakan pakaian resmi atau pakaian bisnis karena itu tidak
sesuai dan bahkan akan menjadi perbincangan masyarakat sekitar.
Bersikap dan berprilaku hampir sama namun dalam bersikap
saya mengartikan bahwa sikap adalah sebuah kecenderungan untuk merespon secara
suka atau tidak suka kepada sebuah
objek, orang, lembaga atau kejadian. Sikap memiliki ciri :
1.
Mempunyai
objek tertentu(orang, prilaku, konsep, situasi, benda, dan sebagainya)
2.
Mengandung
penilaian(setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka)(Sarlito Wirawan
Sarwono)
Sebuah
contoh : ketika suatu perusahaan mengalami kerugian maka mereka akan melakukan
PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), perusahan akan memutuskan hubungan kerja kepada
Bapak X, Bapak X menerima kebijakan tersebut dengan lapang dada dan beberapa
hari kemudian Bapak X mencoba menjadi wirausaha dengan cara berjualan bakso di
pasar.
Sikap Bapak
X adalah menerima kebijakan perusahaan dan prilaku Bapak X adalah menjadi
wirausaha bakso di pasar.
Kesimpulannya
kita sebagai masyarakat indonesia terutama sebagai mahasiswa Indonesia kita
harus memiliki ETIKA yang baik, dan sewajarnya jika kita melestarikan budaya
Indonesia seperti goyong royong, ramah tamah dan lain-lain. Sebagai mahasiswa
hendaknya kita dapat memberikan contoh yang nyata kepada masyarakat tetang
pentingnya pendidikan dan pentingnya mentaati norma-norma yang berlaku untuk
mencapai etika yang baik.

0 komentar:
Posting Komentar